
Dirjen Badilag; berkomitmen untuk membangun ketangguhan psikologis hakim dan aparaturnya
Rangkasbitung (13/5/26) Peningkatan kesadaran dan ketaguhan psikologis (mental) hakim dan aparaturnya adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Badan Peradilan Agama, dan Dirjen Badilag berkomitmen untuk peningkatan tersebut sehingga dapat meringankan beban kerja yang dinamis yang dihadapi, jauh dari keluarga, dan bertugas di lingkungan baru, hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI Drs. H. Muchlis, S.H., M.H pada rabu pagi 13 Mei 2026.
Bapak Dirjen Badilag juga menyampaikan bahwa kualitas putusan pengadilan sangat bergantung pada stabilitas emosional aparatur hukum. Oleh sebab itu, kegiatan Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam menghadapi tekanan psikologis dan kompleksitas perkara adalah salah satu kegiatan yang patut dan harus diikuti oleh seluruh hakim pengadilan agama dan aparatur peradilan agama seluruh Indonesia.
Kegiatan ini akan disampaikan langsung oleh Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustion yang merupakan CEO ESQ Corp, serta diikuti oleh seluruh hakim dan aparatur peradilan agama secara online di media center masing-masing.
Penulis: Dr. Gushairi, S.H.I., MCL, CIPM, CPM, CPArb






