PROSEDUR MEDIASI PERADILAN AGAMA

 
Mediasi di Pengadilan Agama Rangkasbitung adalah suatu proses usaha perdamaian antara suami dan istri yang telah mengajukan gugatan cerai, dimana mediasi ini dijembatani oleh seorang Hakim yang ditunjuk di Pengadilan Agama Rangkasbitung. Proses mediasi ini dapat dikatakan baru dilaksanakan dalam Pengadilan Agama Rangkasbitung pada tahun 2008 berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung No. 1 tahun 2008 (PERMA No. 1/2008).

Secara detail tentang mediasi dapat dijabarkan sebagai berikut:
  • Pada saat sidang pertama, majelis Hakim akan melengkapi berkas-berkas yang diperlukan dalam persidangan, seperti: kelengkapan surat gugatan, surat kuasa, surat panggilan para pihak, dsb. Selanjutnya Hakim akan menjelaskan bahwa sesuai prosedur dimana sebelum dijalankannya proses cerai maka para pihak diwajibkan mengadakan mediasi. Kemudian Hakim bertanya apakah para pihak mempunyai mediator? jika tidak maka Hakim akan menentukan seorang mediator untuk memimpin mediasi kedua belah pihak;
  • Majelis Hakim kemudian menentukan Mediator bersertifikat/Hakim lain untuk menjadi mediator dalam pelaksanaan mediasi tersebut;
  • Mediasi dilakukan di ruang khusus di Pengadilan Agama Rangkasbitung yang telah disediakan yaitu Ruang Khusus Mediasi;
  • Umumnya mediasi dilakukan maksimal 2 kali;
  • Bila dalam mediasi tidak tercapai perdamaian/rujuk, maka barulah proses perkara perceraian dapat dilaksanakan/dilanjutkan

PERMA NO. 1 Tahun 2008 Tentang Mediasi : >>Klik Disini Untuk Download<<