17 Agustus merupakan salah satu tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia, tepatnya 17 Agustus 1945. Karena pada saat itu bangsa Indonesia diwakili Soekarno-Hatta menyatakan kemerdekaan dan kebebasan dari penjajahan dan merupakan tonggak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka dari itu, setiap tanggal 17 Agustus, bangsa kita memperingatinya sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah kemerdekaan berjalan lebih dari setengah abad, Indonesia saat ini berada dalam era reformasi, setelah melalui masa orde lama dan orde baru. Zaman silih berganti seiring waktu bergulir, saat ini, meski telah lepas dari penjajahan, namun ancaman penjajahan  dalam bentuk non-fisik selalu ada, sehingga tugas kita semua sebagai anak bangsa, mengisi masa kemerdekaan dengan prestasi, karya nyata yang berani dan percaya diri bahwa kita semua mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang adil, makmur dan sentosa, sehingga berwibawa di mata dunia, dan pada gilirannya kita akan benar-benar dapat terbebas dari ancaman ‘penjajahan non-fisik’ itu dan merubah ‘ancaman’ menjadi tantangan yang harus ditaklukkan dengan modal utama persatuan dan kesatuan bangsa yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Tidak berbeda dengan anak bangsa di lingkungan masyarakat pada umumnya, anak bangsa yang berbakti dan berkarya di lembaga peradilan pun turut serta dalam mengisi kemerdekaan, khususnya karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Rangkasbitung.

Tahun ini, selain mengisi kemerdekaan dengan program-program eksternal dalam rangka pelayanan prima, hari kemerdekaan juga diisi dengan kegiatan yang bersifat internal, antara lain upacara bendera yang dilakasanakan oleh seluruh karyawan karyawati Pengadilan Agama Rangkasbitung bergabung dengan seluruh aparatur pengadilan pada lingkungan peradilan yang berada di bawah kewenangan Pengadilan Tinggi Agama Banten.

Bertempat di gedung Pengadilan Tinggi Agama Banten yang berlokasi di Jalan Raya Pandeglang-Serang, upacara bendera dimulai pukul 08.00 WIB dengan tertib, tenang dan penuh hikmat yang disusul dengan acara pemberian penghargaan kinerja tahunan (penyematan lencana) dan dilanjutkan dengan beberapa acara informal.

Untuk memeriahkan acara hari kemerdekaan kali ini, Pengadilan Tinggi Agama Banten juga mengadakan beberapa perlombaan, antara lain tenis lapangan, tenis meja, bola sodok dan hias tumpeng yang dilaksanakan di gedung kantor Pengadilan Tinggi Agama Banten dengan penuh semangat sportifitas sebagai langkah kecil memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 74.

Semoga menjadi negara yang adil, makmur dan sentosa.

 

(Diding-Ratu)