Perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia saat ini sudah memasuki tahap kemapanan, bukan lagi perkembangan dan sudah merambah ke semua lini dan bidang. Pengadilan sebagai lembaga yang menjalankan fungsi yudikatif negara, tidak luput dari keberadaan teknologi dan informasi itu.

Pengadilan Agama Rangkasbitung adalah salah satu pengadilan agama tingkat pertama yang berada di bawah pembinaan, pengawasan dan kewenangan Pengadilan Tinggi Agama Banten.

Pada hari ini, Jumát, 2 Agustus 2019 Masehi bertepatan dengan 1 Dzulhijjah 1440 Hijriyyah, dalam rangka pembinaan dan pengawasan, Pengadilan Tinggi Agama Banten mengadakan jalinan silaturahmi dengan jajaran pegawai Pengadilan Agama Rangkasbitung. Namun ada yang berbeda dengan silaturahmi kali ini, karena kali ini jalinan tersebut diadakan tidak secara langsung (face to face), akan tetapi difasilitasi oleh kemajuan perangkat teknologi dan informasi, yaitu konferensi nirkabel atau yang biasa disebut dengan teleconference.

Teleconference kali ini sebenarnya bukan kali pertama yang dilaksanakan di Pengadilan Agama Rangkasbitung karena pada tahun 2017, pernah diadakan teleconference antara Pengadilan Agama Rangkasbitung dengan Direktur  Jenderal  Badan Peradilan Agama, kemudian dua bulan yang lalu diadakan kembali teleconference dengan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten yang dihadiri oleh Direktur Jenderal  Badan Peradilan Agama secara langsung (live) dari gedung Pengadilan Tinggi Agama Banten.

Teleconference kali ini bersifat informal, hanya berlangsung selama lebih kurang 25 menit, antara tiga orang Hakim Tinggi di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Banten, yang salah satu diantaranya adalah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten yang bertindak atas nama pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Banten dengan seluruh karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Rangkasbitung, baik dari unsur pimpinan maupun pegawai.

Teleconference tersebut sebagaimana temanya adalah untuk menjalin silaturahmi dan bersifat informal, dialog yang terjalin hanya berkisar tentang kondisi, perkembangan dan kendala yang dihadapi Pengadilan Agama Rangkasbitung, terutama kabar atau keadaan para karyawan serta kondisi penilaian Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Agama Rangkasbitung dari waktu ke waktu dan harapan agar nilai SIPP Pengadilan Agama Rangkasbitung berada dalam level warna hijau.

Namun demikian, meskipun teleconference kali ini dilaksanakan secara informal, tetapi suasana tetap hangat dan hikmat, sehingga inti dan makna pembinaan dan pengawasan dapat dimaklumi untuk selanjutnya dijalankan sebagaimana mestinya demi kemajuan Pengadilan Agama Rangkasbitung.

Semoga.  Aamiin.

 

(Yunus-Ratu)