Suasana Gedung DPRD Kabupaten Lebak pada Rabu, 31 Juli 2019, tampak ramai dikunjungi oleh masyarakat. Para pasutri berdatangan untuk mengikuti itsbat nikah massal yang diselenggarakan atas dukungan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) bekerja sama dengan PA Rangkasbitung, beberapa KUA Kecamatan di Lebak, dan Disdukcapil.

Dalam sambutannya, Kadisdukcapil Kabupaten Lebak, Ujang Bahruddin, menyampaikan, bahwa Kabupaten Lebak termasuk berprestasi dalam hal penerbitan akta kelahiran yang mencapai 97 % dari anak yang lahir di Kabupaten Lebak. Melalui program itsbat nikah terpadu diharapkan dapat membantu meningkatkan pencapaian tersebut.

Ketua PA Rangkasbitung, H. Abdul Majid, menyampaikan bahwa pelaksanaan sidang itsbat nikah terpadu ini merupakan upaya memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat untuk mendapatkan identitas hukum, sehingga hak-hak sipil dapat terlindungi. Meski demikian, perlu ada penyuluhan hukum untuk membangun kesadaran hukum bagi masyarakat agar melakukan perkawinan secara tercatat melalui KUA, karena kalau menikah di kantor KUA sudah gratis, dan tidak perlu ada lagi dikotomi antara hukum Islam dan hukum positif.

Sementara dari IKI, sambutan diwakili oleh Albertus Partomo, Sekretaris Umum IKI. Dalam sambutannya Pratomo menyampaikan bahwa perlu ada pembahasan di tingkat daerah untuk menyediakan anggaran bagi program itsbat nikah terpadu, sehingga dapat membantu masyarakat yang telah menikah secara agama, namun belum tercatat sehinga tidak memiliki dokumen kependudukan.

  

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan sidang itsbat terpadu yang terdiri dari empat majelis sidang, masing-masing terdiri dari hakim tunggal didampingi oleh panitera pengganti dan petugas administrasi. Ada 48 perkara yang disidangkan yang berasal dari 7 Kecamatan di Kabupaten Lebak. Sidang berlangsung lancar dan berakhir pada pukul 12 siang. Kemudian acara diakhiri dengan penyeraham simbolis dokumen kependudukan kepada pasangan suami istri yang telah disahkan perkawinannya, dilanjutkan dengan foto bersama.